Yen ing tawang ana lintang

Oleh : Widarto

Pemerhati Keroncong, Tinggal di Bandung

Di Gebyar Keroncong tanggal 29 Oktober 2007 lagu
Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) ini muncul dan dinyanyikan oleh Mamiek Marsudi. Mbak Mamiek mengubah syair (kalau nggak salah) dari  :
Yen ing tawang ana lintang, cah ayu  (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) menjadi :
Yen ing tawang ana lintang, kangmas (kakanda).
Mungkin maksudnya lagu ini oleh Mbak Mamiek ditujukan kepada seorang lelaki.  Banyak juga penyanyi wanita yang menggunakan kata kangmas atau cah bagus (anak ganteng), maksudnya tentu ya pujaan bagi seorang pemuda.
Saya tidak tahu apakah Mbak Mamiek (dan yang lain) tahu ‘sejarah’ lahirnya lagu ini, kalau tahu, mungkin akan segan mengganti kata cah ayu menjadi cah bagus, apalagi kangmas.Lho kok bisa? Begini ceritanya.
Lagu (syairnya) ini lahir ketika Anjar Any (sang pengarang lagu ini) sedang menunggu kelahiran anaknya yang pertama, di rumah bersalin. Saat-saat istrinya mau melahirkan, dia tidak berada di ruang bersalin (entah takut atau dilarang oleh suster). Makanya dia menunggu di luar gedung. Karena waktu itu malam hari dan bulan bersinar terang, maka di langit kelihatan banyak bintang. Kelak setelah sang bayi  lahir ternyata perempuan. Maka jadilah lagu ini. 
Lagu ini menurut saya sangat indah syairnya, apalagi dengan kisah lahirnya lagu ini. Bagi yang bukan dari Jawa, maaf saya tidak bermaksud ‘memuja’ lagu Jawa, sama sekali bukan. Hanya saya sangat terkesan dengan ‘sejarah lagunya’ (ini juga seperti sejarah munculnya lagu : Pantang Mundur, Kupu-2 Malam (Titik Puspa), termasuk lagu barat Tie a yellow ribbon round the old oak tree  oleh Dawn), yang indah sekali cerita lahirnya lagu-2 itu.  **)

Mari kita simak syair lagu ini (dan komentar saya), untuk yang tidak tahu  bahasa Jawa, silahkan ikuti saja terjemahannya.  

Yen ing tawang ana lintang
(Kalau di langi ada bintang)

Yen ing tawang ana lintang, cah ayu
(Kalau di langi ada bintang, anak cantik)
Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll

Aku ngenteni tekamu

(Aku menunggu kedatanganmu)
Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any

Marang mega ing angkasa, nimas
(Kepada awan di angkasa/ langit, manis)
Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati)

Sun takokke pawartamu
(Kutanyakan beritamu)
Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.

Bait Kedua :
Janji-janji aku eling, cah ayu
(Setiap saat saya ingat, anak manis)
Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang ‘menegangkan’ , yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini.

Sumedot rasaning ati
(Seakan nmaua ditinggal mati,  rasanya di hati)
Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, atau ditinggal mati.
Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan  keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.

Lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas
(Bintang bintang meledek, manis)
Maksudnya bintang-2 jadi saksi

Tresnaku sundul wiyati
(Cintaku sangat tinggi, sangat dalam)
Maksudnya cinta kasih kepada sang anak

Reff :
Dek semana, janjiku disekseni
(Kala itu, janjiku disaksikan)

Mega kartika, kairing rasa tresna asih
(Mega / awan ‘dan’ bintang,  teriring rasa cinta dan kasih)

Yen ing tawang ana lintang,cah ayu
(Kalau di langi ada bintang, manis)

Rungokna tangisig ati
(Dengarlah tangisnya hati)

Binarung swaraning ratri, nimas
(Bersama suaranya malam, manis)

Ngenteni ‘mbulan ndadari  –> ‘mbulan dari kata rembulan
(Menanti munculnya rembulan ‘dengan bundarnya’)
Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.
—oo00oo–

1 Komentar

Filed under Artikel

One response to “Yen ing tawang ana lintang

  1. o0o, begitu ya, sejarahnya.
    baru tau aku. tak kirain itu lagu cinta laki-laki ke perempuan, bukan ke anak perempuannya.
    makasih mas keroncong

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s