Pemuda Mencari Kekasihnya Yang Telah Hilang

Alkisah sebuah perjalanan seorang pemuda yang hendak mencari kekasih hatinya yang telah hilang ditelan waktu. Perjalanan pemuda Ibukota Bandar Jakarta ini dimulai dari rumahnya yg ada di sekitar Pasar Gambir. Segera dia menuju Bandung melalui Puncak dan menginap Semalam di Cianjur. Pagi hari perjalanan dilanjutkan hingga akhirnya tiba di Bandung Selatan. Bisa diduga, Bandung sebagai gudangnya wanita cantik membawa sang pemuda kepada seorang Neng Geulis. Namun kecantikan mojang priyangan ternyata tidak mampu meruntuhkan hatinya.

Sang pemuda pun kembali melanjutkan pencariannya menuju ke arah timur tanpa henti hingga akhirnya sampai ditepinya Sungai Serayu. Perjalanan pun dilanjutkan dan tak terasa hampir malam di Yogya (Sepasang Mata Bola). Seluruh penjuru Yogya dia telusuri namun tetap saja kekasih yang dirindu tiada juga ditemui. Dengan semangat 45 sang pemuda pun menuju ke utara hingga sampai di Semarang. Sejenak menyempatkan diri menikmati alunan merdu suara Gambang Semarang sambil melepaskan rasa letih yang menerpa sekujur tubuhnya. Di Semarang lagi-2 sang pemuda kembali kecewa.

Tanpa menunggu waktu lagi sang pemuda langsung bertolak menuju Kota Solo,  dan sampai disana pada saat Solo di waktu malam. Di Solo bertemu seorang Putri Solo nan cantik jelita. Kecantikan Putri Solo ternyata mampu sedikit mengobati kerinduannya pada sang kekasih. Bahkan berdua mereka sempat menelusuri tepi Bengawan Solo. Meski begitu kecantikan Putri Solo toh tidak bisa menghapus kerinduannya yang mendalam kepada kekasih hati. Sang putri pun ditinggalkannya untuk kembali melanjutkan pencariannya. Sempat sekilas melihat Mahameru nan indah. Hingga tibalah sang pemuda di Kota Surabaya. Sang pemuda sempat frustasi dan hampir gila dengan berteriak kesana-kemari memanggil secara berulang “rek ayo rek”. Ternyata ada yg bersimpati hingga mengajaknya mengunjungi Tanjung Perak agar bisa menghilangkan luka dihati.

Namun begitu tekad kuat untuk mencari kekasih yang telah pergi tidaklah pernah pudar. Akhirnya sang pemuda sampai di sebuah pulau indah, pulau para dewata, Pulau Bali. Namun apa daya kekasih tak juga ditemui, bahkan ketika ribuan kota yang kata orang jawa “Sewu Kuta” sudah dilewati. Sungguh perjalanan yang menyedihkan.

2 Komentar

Filed under Serba-serbi

2 responses to “Pemuda Mencari Kekasihnya Yang Telah Hilang

  1. buset… asli niat nyari judul lagunya!!! salut sama si penulis!

  2. Mas Adi, JJOK! basecampnya dimana? saya di Jkt,Kalibata. Tulisan diatas mantep tuh, boleh diterusin gak? Soalnya, si pemuda masih belum menemukan kekasihnya.
    mungin terusannya begini :
    …. SEDETIK KESEDIHAN terpancar dari wajah sang pemuda itu, karena bagaimanapun, sebagai seorang PATRIOT INDONESIA, sang pemuda harus terus berjuang mencari kekasihnya. Si pemuda terus berjalan, sampai akhirnya tiba di TELAGA SARANGAN.Dia istirahat sebentar sambil minum air telaga. rasa penatnya hilang setelah dahaganya terobati.Semilir angin membelai tubuh sang pemuda membuat dia terlena dan merasa ingin beristirahat di tepi telaga itu. Dia selonjorkan tubuhnya yang tegap dan berisi, bersandar pada pohon beringin tua penjaga telaga. pelan-pelan matanya menutup, lalu tak lama kemudian sang pemuda tidur di buai malam. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu pujaan hatinya, ARYATI !. Ya ARYATI !!. dialah gadis pujaan hatinya. Saat itu sang pujaan hati memakai SELENDANG SUTERA sambil memegang sekuntum MAWAR MERAH pemberian sang pemuda.Aaahh… mimpi yang indaah sekali!! Tiba-tiba pemuda itu terbangun. Hatinya merasa damai mengenang mimpinya yang indah barusan. Dia jadi teringat masa masa indah bersama pujaan hatinya. ROMANSA itu terus bermain dalam pikirannya. Waktu itu sang pemuda ingat betul bahwa Aryati seorang kembang desa. Banyak pemuda menaruh harapan padanya. Pergaulannya yang luas di ranah kesenian membuatnya menjadi IDAMAN SENIMAN masa itu. termasuk sang pemuda. Untungnya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. gayung pun bersambut. ARYATI menerima cintanya. SEKUNTUM BUNGA DI PUNCAK GIRI menjadi saksi cita-cinta dua anak manusia.Dari atas gunung, mereka melihat para petani sedang TANAM PADI. Berdua mereka menikmati kebersamaan sampai matahari tenggelam.

    ( seluruh lagu berasal dari album KERONCONG PILIHAN DARI MASA KE MASA VOL.4 )

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s