<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kita bicara keroncong, hanya keroncong !</title>
	<atom:link href="http://keroncong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keroncong.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Nov 2007 13:49:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='keroncong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/afe838fda8fa5303569100ba52742fdc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kita bicara keroncong, hanya keroncong !</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Desa Keroncong</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/13/desa-keroncong/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/13/desa-keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 13:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/11/13/desa-keroncong/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sangka di Indonesia ada sebuah desa yang bernama Keroncong. Desa ini Lokasinya terlak di Kecamatan Jatiuwung Tangerang &#8211; Jawa Barat Indonesia. Sampai sejauh ini penulis belum mendapatkan informasi yang jelas bagaimana desa ini bisa dinamai Keroncong. Kalau ada pembaca yang mengetahui sejarahnya mohon untuk berbagi informasinya kepada kami. (Ad)
      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=41&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siapa sangka di Indonesia ada sebuah desa yang bernama Keroncong. Desa ini Lokasinya terlak di Kecamatan Jatiuwung Tangerang &#8211; Jawa Barat Indonesia. Sampai sejauh ini penulis belum mendapatkan informasi yang jelas bagaimana desa ini bisa dinamai Keroncong. Kalau ada pembaca yang mengetahui sejarahnya mohon untuk berbagi informasinya kepada kami. (Ad)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=41&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/13/desa-keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gebyar Keroncong</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/12/gebyar-keroncong/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/12/gebyar-keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 11:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Isaac A. Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/11/12/gebyar-keroncong/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Isaac Nugroho 
Tanggal 5 November kemarin milis Keroncong mengadakan kopdar pertamanya di acara Gebyar Keroncong di Studio 7 TVRI. Kesimpulan yang bisa diambil dari pertemuan yang dilakukan sebelum acara dimulai adalah sebagai berikut:

Perlu ada kopdar selanjutnya. Ini perlu sekali, ibaratnya api seperti api tidak perlu terus menerus tetapi harus ada, untuk mengakrabkan diri
Kemudian akan ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=40&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Isaac Nugroho </p>
<p>Tanggal 5 November kemarin milis Keroncong mengadakan kopdar pertamanya di acara Gebyar Keroncong di Studio 7 TVRI. Kesimpulan yang bisa diambil dari pertemuan yang dilakukan sebelum acara dimulai adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Perlu ada kopdar selanjutnya. Ini perlu sekali, ibaratnya api seperti api tidak perlu terus menerus tetapi harus ada, untuk mengakrabkan diri</li>
<li>Kemudian akan ada buletin keroncong. Menurutku ini juga perlu untuk, apa ya istilahnya, memeratakan informasi seputar keroncong kepada para anggota milis dan juga untuk yang belum menjadi anggota bisa menjadi melek mengenai adanya milis ini dan keroncong itu sendiri</li>
<li>Selanjutnya adalah kaos. Lagi-lagi aku juga setuju dengan ide ini</li>
<li>The last but not the least adalah sudah waktunya membuang anggapan bahwa keroncong itu untuk orang-orang yang sudah tua. Mudah-mudahan misi ini (harus) bisa terlaksana</li>
</ol>
<blockquote><p>Salut buat mas Adhit yang sudah menyiapkan form untuk biodata bagi yang menghadiri acara kopdar ini</p></blockquote>
<p>Setelah ngobrol, foto dan menikmati ole-ole dari bandung, kami bersama-sama mengikuti acara Gebyar Keroncong.<br />
Berikut adalah lagu sesuai urutan dan yang membawakan:</p>
<ol>
<li>Lgm. Putri Solo, Eni Haryono</li>
<li>Stb. Ukir, Sukardi</li>
<li>Tak Ingin Sendiri (pop), Dian Pisesha</li>
<li>Lgm. Di Bawah Sinar Rembulan, Eny Haryono</li>
<li>Mencintaimu (pop), Lia Emilia</li>
<li>Lgm. Sepasang Mata Bola, Dian Pisesha</li>
<li>Kr. Kemayoran, Lia Amelia</li>
<li>Lgm. Sangkuriang, Tuti Maryati</li>
<li>Kr. Jiwa Merana, Sukardi</li>
<li>Alusia (Daerah), Tuti Maryati + penonton</li>
</ol>
<p>Mbak Eni Haryono membuka acara dengan membawakan Putri Solo dengan suara yang meliuk-liuk, membawa penonton terbuai dan bahkan ada yang ikut menggumamkan liriknya (buat yang hafal). Buaian ini hampir tidak terbawa saat membawakan Di Bawah Sinar Bulan Purnama. Entah apakah karena aransemennya sangat agresif atau hanya sekedar kesalahan teknis, awal-awal lagu agak susah dicerna karena suara biola yang cenderung disonan. Untunglah setelah &#8220;huru-hara&#8221; di awal tadi, sudah bisa mengenakkan telinga. By the way, pada saat refrain yang benar langit hijau atau langit biru ya? Soalnya refrain yang dinyanyikan &#8220;.. menghiasi langit biru&#8221;</p>
<p>Sepertinya saya tidak perlu berkomentar mengenai Pak Sukardi yang juga Ketua HAMKRI Pusat. Stambul Ukir dibawakan dengan semangat dan ceria. Kemudian Kr. Jiwa Merana dibawakan dengan manis pula. Memuaskan telinga pendengarnya.</p>
<p>Mbak Dian Pisesha turut memeriahkan acara Gebyar Keroncong kali ini dengan membawakan lagunya yang sudah terkenal sejak dulu, Tak Ingin Sendiri. Hal yang mengagumkan buat saya adalah mbak Dian bisa mengadaptasikan suaranya sehingga menyatu dengan keroncong sebagai musik pengiringnya. Demikian juga saat beliau membawakan Sepasang Mata Bola. Mantab.</p>
<p>Lia Amelia mengawali penampilannya dengan membawakan Mencintaimu-nya Kris Dayanti. Terus terang, nuansa mix &#8216;n&#8217; match dari mbak Dian tidak muncul dalam penampilan dari mbak Lia. Demikian juga saat membawakan Kr. Kemayoran, terasa biasa saja.</p>
<p>Mbak Tuti membawakan Sangkuriang dengan cengkok sinden, sungguh mempesonakan.</p>
<p>Aransemen yang dinamis yang ditampilkan oleh pengiring dari artis-artis HAMKRI pimpinan mas Lilik sangat ciamik dengan mengambil aikon-aikon dari aliran musik lain dan tetap mempertahankan struktur dari lagunya.</p>
<p>Secara keseluruhan acara Kopdar dan Gebyar keroncong ini sungguh merupakan pengalaman yang mengesankan dan semoga kopdar ini merupakan awal dari sesuatu yang besar untuk perkembangan keroncong selanjutnya.</p>
<p>Hidup Keroncong!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=40&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/12/gebyar-keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a11e47cd9c8849663332a5b4c9ce40b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Isaac A. Nugroho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mailing List</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/09/mailing-list/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/09/mailing-list/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 06:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/11/09/mailing-list/</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda peminat keroncong dan senang mendiskusikan hal apa saja yang terkait dengan keroncong serta kebetulan sering online maka Mailing list (Milis) keroncong yang beralamat di keroncong@yahoogroups.com adalah jawabannya. Untuk bisa bergabung menjadi anggota kirimkan email kosong ke alamat keroncong-subscribe@yahoogroups.com. Anda bebas berdiskusi apa saja disana, asalkan masih ada kaitannya dengan keroncong.
Saat ini anggota milis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=39&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika anda peminat keroncong dan senang mendiskusikan hal apa saja yang terkait dengan keroncong serta kebetulan sering online maka Mailing list (Milis) keroncong yang beralamat di <a href="mailto:keroncong@yahoogroups.com">keroncong@yahoogroups.com</a> adalah jawabannya. Untuk bisa bergabung menjadi anggota kirimkan email kosong ke alamat <a href="mailto:keroncong-subscribe@yahoogroups.com">keroncong-subscribe@yahoogroups.com</a>. Anda bebas berdiskusi apa saja disana, asalkan masih ada kaitannya dengan keroncong.</p>
<p>Saat ini anggota milis sedang merintis upaya sosialisasi keroncong dengan beberapa kegiatan diantaranya adalah :</p>
<p>1. Pembuatan Website</p>
<p>2. Pembuatan Kaos (Anda boleh memesannya)</p>
<p>3. Pembuatan Buletin Keroncong</p>
<p>Ini semua tidak lepas dari niat bagaimana keroncong bisa kembali diterima secara lebih luas di masyarakat kita. Semoga kedepan keroncong betul-2 bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hidup Keroncong !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=39&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/09/mailing-list/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Keroncong menurut Om Wawang</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang-2/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang-2/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut tanya jawab penulis dengan Pakar Keroncong dari Malaysia, Om Wawang.
ADI BANGUN: Hakekat keroncong itu bagaimana sebenarnya
Om ?
Wawang Wijaya: Hakekatnya gampang2 angel&#8230;..biasanya
usaha orang itu yg angel digampangin&#8230;.tapi zaman
sekarang koq yg betulnya gampang malah di-angel2-no!
ADI BANGUN: Wah dalemmm nih filosofinya. Ini menurut
sy ya Om, keroncong itu identik dengan pengendalian
diri. Ini nampak dari ciri iramanya yg tenang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=33&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut tanya jawab penulis dengan Pakar Keroncong dari Malaysia, Om Wawang.</p>
<p>ADI BANGUN: Hakekat keroncong itu bagaimana sebenarnya<br />
Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Hakekatnya gampang2 angel&#8230;..biasanya<br />
usaha orang itu yg angel digampangin&#8230;.tapi zaman<br />
sekarang koq yg betulnya gampang malah di-angel2-no!</p>
<p>ADI BANGUN: Wah dalemmm nih filosofinya. Ini menurut<br />
sy ya Om, keroncong itu identik dengan pengendalian<br />
diri. Ini nampak dari ciri iramanya yg tenang dan<br />
lembut. Mungkin bermain keroncong hampir sama dengan<br />
belajar nari, untuk bisa mengendalikan nafsu dan<br />
memoles hati supaya lebih lembut. Masuk nggak Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Itu termasuk dalam kembangan2 nya!</p>
<p>Wawang Wijaya: Sekarang saya mau tanya&#8230;.didalam<br />
keroncong siapakah pemain/alat2 musik apa yg paling<br />
penting?</p>
<p>ADI BANGUN: hmmm semuanya penting Om &#8230; salah satu<br />
nggak ada sj terasa kurang nikmat</p>
<p>ADI BANGUN: permainan kerjasama ya ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Maksud saya Tonggaknya keroncong itu<br />
siapa?</p>
<p>ADI BANGUN: hmmm &#8230; flute / biola ? atau ukulele krn<br />
ciri khas nya dari sini ?</p>
<p>Wawang Wijaya: hehe..kalu diurut2 terus lama2 ya betul<br />
juga!</p>
<p>ADI BANGUN: hahaha</p>
<p>ADI BANGUN: jadi ukulele ?<br />
Wawang Wijaya: Jawabannya BASS BETOT!</p>
<p>ADI BANGUN: walah ?!? hahahaha</p>
<p>ADI BANGUN: lha kok bisa ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Kalok Nahkoda kapalnya terlalu<br />
mabuk&#8230;gimana jalannya kapal&#8230;.megol2&#8230;dan jalannya<br />
ngga lancar.</p>
<p>ADI BANGUN: Tapi memang sih kalau basnya ngacau<br />
semuanya jadi ngacau haha</p>
<p>Wawang Wijaya: cuk dan cak diumpamakan pendayung2 kiri<br />
dan kanan</p>
<p>Wawang Wijaya: nah Bass itu selalu jatuh pada<br />
ketuk1&#8230;.dan&#8230;.3&#8230;kadang2 1 bar cuma satu note saja<br />
yalan?</p>
<p>Wawang Wijaya: cello ngga pernah mulai kalu bassnya<br />
ngga jalan&#8230;..jadi kalu mabuk yg salah tu bassnya<br />
jadi tertuduh utama&#8230;.</p>
<p>ADI BANGUN: hmmmm iya</p>
<p>ADI BANGUN: hehehe, begitu ya &#8230; ini dibukunya Om ada<br />
?</p>
<p>Wawang Wijaya: lalu cuk it ngencrung pada ketuk 2 dan<br />
4&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: jadi dah komplit&#8230;tiap2 ketuk ada<br />
musiknya&#8230;&#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: yg cak menimpali cuk&#8230;&#8230;yg cello<br />
menimpal bassi&#8230;atau humornya&#8230;cello dan cuk itu<br />
jadi badut istana/joker&#8230;..</p>
<p>ADI BANGUN: Om yg sekarang lagi kita pelajari itu<br />
model musik keroncong seperti yg di youtubenya sri<br />
widadi itu. Itu betul sesuai pakem nggak ?</p>
<p>ADI BANGUN: Krn sebelum kita improve kan mesti ngerti<br />
dasar atau pakemnya dulu, ya nggak Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: nah perahu ngga lancar kalau ngga ada<br />
airnya yg kayak banyu mili!&#8230;itu gitarnya&#8230;dari<br />
start sampai abis lagu&#8230;terus main saja!</p>
<p>Wawang Wijaya: sampai mo-ek katanya!</p>
<p>ADI BANGUN: wah gitu tho ceritanya &#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: ITu Hakiki keroncong&#8230;..kalu jentik<br />
dan jempol bisa memegang kriteria ini&#8230;.walhasil<br />
selamatlah dunia kroncong!</p>
<p>ADI BANGUN: hehehe, begitu ya ? Kita sedang belajar Om<br />
&#8230; makanya senang sy bertemu pakarnya hehe</p>
<p>Wawang Wijaya: Tapi tuh disalah satu utube kamu&#8230;koq<br />
violinnya mainkan sketch2 dari gitar? hehehehe</p>
<p>ADI BANGUN: Nah itu, violinnya meski sudah sepuh juga<br />
lagi belajar hehe</p>
<p>ADI BANGUN: Harusnya violin dan flute itu saling ngisi<br />
ya ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Tugas violin dan flute itu sebagai<br />
pemain intro (FORE PLAY) sebelum masuk lagu&#8230;seperti<br />
dalam keroncong Asli&#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: kemudian sebagai pengangkat<br />
lagu&#8230;.termasuk dalam SAMPIRAN&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: dan juga berganding bahu memberikan<br />
ORNAMENT dimasa bar2 yg kelihatan kosong.</p>
<p>Wawang Wijaya: dan terakhir sebagai PENUNTAS ?PENUTUP<br />
LAGU.</p>
<p>Wawang Wijaya: Main kroncong itu kayak sowan kerumah<br />
orang&#8230;&#8230;datang tampak muka&#8230;.balik tampak<br />
punggung&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: KECUALI KERONCONG MALINGGGG!</p>
<p>ADI BANGUN: hahahaha</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=33&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yen ing tawang ana lintang</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/yen-ing-tawang-ana-lintang/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/yen-ing-tawang-ana-lintang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/yen-ing-tawang-ana-lintang/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Widarto 
Pemerhati Keroncong, Tinggal di Bandung

Di Gebyar Keroncong tanggal 29 Oktober 2007 lagu Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) ini muncul dan dinyanyikan oleh Mamiek Marsudi. Mbak Mamiek mengubah syair (kalau nggak salah) dari  :
Yen ing tawang ana lintang, cah ayu  (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=38&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Oleh : Widarto </span></p>
<p><span style="color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Pemerhati Keroncong, </span><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Tinggal di Bandung<strong><br />
</strong></span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"><br />
Di Gebyar Keroncong tanggal 29 Oktober 2007 lagu </span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang</span></em><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> (Kalau di langit ada bintang) ini muncul dan dinyanyikan oleh Mamiek Marsudi. Mbak Mamiek mengubah syair (kalau nggak salah) dari  :<br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang</span></em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">, <strong><em>cah ayu</em> </strong></span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> (Kalau di langit ada bintang, <strong>anak cantik</strong>) menjadi :<br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang</span></em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">, <strong><em>kangmas</em></strong></span><em><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> </span></em><span style="color:#333333;font-family:Arial;">(<strong>kakanda</strong>)<em>.<br />
</em>Mungkin maksudnya lagu ini oleh Mbak Mamiek ditujukan kepada seorang lelaki.  Banyak juga penyanyi wanita yang menggunakan kata <strong><em>kangmas</em> </strong>atau <strong><em>cah bagus</em></strong> (<strong>anak ganteng)</strong>, maksudnya tentu ya pujaan bagi seorang pemuda.</span><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Saya tidak tahu apakah Mbak Mamiek (dan yang lain) tahu &#8217;sejarah&#8217; lahirnya lagu ini, kalau tahu, mungkin akan segan mengganti kata </span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">cah ayu</span></em><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> menjadi </span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">cah bagus</span></em><span style="color:#333333;font-family:Arial;">, apalagi </span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">kangmas</span></em><span style="color:#333333;font-family:Arial;">.</span><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Lho kok bisa? Begini ceritanya.<br />
Lagu (syairnya) ini lahir ketika Anjar Any (sang pengarang lagu ini) sedang menunggu kelahiran anaknya yang pertama, di rumah bersalin. Saat-saat istrinya mau melahirkan, dia tidak berada di ruang bersalin (entah takut atau dilarang oleh suster). Makanya dia menunggu di luar gedung. Karena waktu itu malam hari dan bulan bersinar terang, maka di langit kelihatan banyak bintang. Kelak setelah sang bayi  lahir ternyata perempuan. Maka jadilah lagu ini. </span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Lagu ini menurut saya sangat indah syairnya, apalagi dengan kisah lahirnya lagu ini. Bagi yang bukan dari Jawa, maaf saya tidak bermaksud &#8216;memuja&#8217; lagu Jawa, sama sekali bukan. Hanya saya sangat terkesan dengan &#8217;sejarah lagunya&#8217; (ini juga seperti sejarah munculnya lagu : Pantang Mundur, Kupu-2 Malam (Titik Puspa), termasuk lagu barat Tie a yellow ribbon round the old oak tree  oleh Dawn), yang indah sekali cerita lahirnya lagu-2 itu.  **)</p>
<p>Mari kita simak syair lagu ini (dan komentar saya), untuk yang tidak tahu  bahasa Jawa, silahkan ikuti saja terjemahannya.<strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"></span></em></strong><strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"> </span></em></strong><strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"> </span></em></strong></p>
<p></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang</span></em></strong><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kalau di langi ada bintang)<br />
</span></strong><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang</span></em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">, <em>cah ayu</em><strong> </strong><br />
</span><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kalau di langi ada bintang, anak cantik)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll</span><span style="color:red;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
Aku ngenteni tekamu</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Aku menunggu kedatanganmu)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any<br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Marang mega ing angkasa, nimas </span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kepada awan di angkasa/ langit, manis)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati)<br />
</span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Sun takokke pawartamu </span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kutanyakan beritamu)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.<br />
</span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="color:black;font-family:Arial;">Bait Kedua :<br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Janji-janji aku eling, cah ayu</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Setiap saat saya ingat, anak manis)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang &#8216;menegangkan&#8217; , yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini.<br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Sumedot rasaning ati</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Seakan nmaua ditinggal mati,  rasanya di hati)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, atau ditinggal mati.<br />
Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan  keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.<br />
</span><span style="color:#cc0000;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas </span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Bintang bintang meledek, manis)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Maksudnya bintang-2 jadi saksi<br />
</span><span style="color:#cc0000;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Tresnaku sundul wiyati</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Cintaku sangat tinggi, sangat dalam)<br />
</span><span style="color:#cc33cc;font-family:Arial;">Maksudnya cinta kasih kepada sang anak<br />
</span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"><br />
Reff :<br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Dek semana, janjiku disekseni</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kala itu, janjiku disaksikan)<br />
</span><span style="color:#cc0000;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Mega kartika, kairing rasa tresna asih</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Mega / awan &#8216;dan&#8217; bintang,  teriring rasa cinta dan kasih)<br />
</span><span style="color:#cc0000;font-family:Arial;"><br />
</span><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Yen ing tawang ana lintang,cah ayu</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Kalau di langi ada bintang, manis)<br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Rungokna tangisig ati</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Dengarlah tangisnya hati)<br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Binarung swaraning ratri, nimas</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;">(Bersama suaranya malam, manis)<br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"><br />
</span></strong><em><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">Ngenteni &#8216;mbulan ndadari</span></em><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">  &#8211;&gt;</span></strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;"> <em>&#8216;mbulan dari kata rembulan</em><strong><br />
</strong></span><span style="color:black;font-family:Arial;">(Menanti munculnya rembulan &#8216;dengan bundarnya&#8217;)<br />
</span><span style="font-size:10pt;color:#cc0000;font-family:Arial;">Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><br />
</span><strong><span style="color:#3333ff;font-family:Arial;">&#8212;oo00oo&#8211;</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=38&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/11/08/yen-ing-tawang-ana-lintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anak Muda Suka Keroncong ?</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/09/08/mengapa-anak-muda-suka-keroncong/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/09/08/mengapa-anak-muda-suka-keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 06:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/09/08/mengapa-anak-muda-suka-keroncong/</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas sengaja bukan “Mengapa anak muda tidak suka keroncong ?” karena memang pada kenyataannya ada juga anak muda yang suka keroncong, bahkan tergila-gila. Berikut beberapa alasan mereka yang sempat muncul dalam diskusi yang digelar di milis keroncong@yahoogroups.com. Anda ingin terlibat ? Silahkan bergabung.
  Maya 
Karyawati Swasta &#38; Ibu Rumah Tangga.
 kalau Mas Adi tanya, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=37&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Judul di atas sengaja bukan “Mengapa anak muda tidak suka keroncong ?” karena memang pada kenyataannya ada juga anak muda yang suka keroncong, bahkan tergila-gila. Berikut beberapa alasan mereka yang sempat muncul dalam diskusi yang digelar di milis </font><a href="mailto:keroncong@yahoogroups.com"><font size="3" face="Times New Roman">keroncong@yahoogroups.com</font></a><font size="3" face="Times New Roman">. Anda ingin terlibat ? Silahkan bergabung.</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">Maya </font></strong></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Karyawati Swasta &amp; Ibu Rumah Tangga.</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">kalau Mas Adi tanya, apa yang membuat saya suka musik keroncong, mmmhhh&#8230;awalnya adalah hanya &#8220;kewajiban&#8221;. kewajiban saya sebagai seorang karyawan di salah satu universitas swasta di Bandung, yang punya grup keroncong asuhan Rektornya pada saat itu. berhubung saya dianggap bisa sedikit nyanyi, makanya saya &#8220;direkrut&#8221; untuk bantuin grup keroncong karyawan itu untuk ngisi acara Dies Natalis. Pelatihnya adalah Pak Tatang Muntari. padahal saya ga tau apa2 soal musik keroncong, cara nyanyinya pun ga tau!!</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">sebulan kemudian, saya ketemu mas adi dan dihadang rame-rame, diajak untuk ikut gabung di grup band mereka. &#8220;band apa mas?&#8221; tanya saya.</font><font face="Times New Roman">&#8220;band keroncong, dek!&#8221; jawab mas adi sambil senyum-senyum. </font><font face="Times New Roman">dan kebetulan, Pak Tatang juga jadi pelatihnya. ya akhirnya saya gabung juga sama Mas Adi Cs. saat itu belum rasa cintaa terhadap Keroncong. tapi lama-lama, ketagihan jugaaaa !!!!!!!! apalagi setelah tau, dan tanya sana sini, ternyata dalam keluarga saya, terutama orangtua, kakek dan nenek saya, semua adalah penyanyi keroncong !!! alamaaaakk&#8230;..malu rasanya menjadi seorang keturunan yang sempat menolak mendengarkan musik keroncong.</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Mas Adi, rasa cinta saya sama keroncong sudah tak terbendung lagi lho&#8230;.!! nyanyi keroncong bukan kewajiban lagi mas, tapi lebih kepada KERINDUAN dan rasa suka. </font><font face="Times New Roman">heheheheh&#8230;.kadang-kadang dengan pengetahuan yang terbatas pun, saya suka ngomong sama temen2 saya yang penyuka musik blues,<span>  </span>jazz dan reggae, bahwa musik keroncong itu eyangnya ke-3 jenis musik itu. (bener apa engganya aku juga ga tau! heheheheh&#8230;). Saya ngomong gitu, supaya mereka &#8220;dipaksa&#8221; ngeh. dan alhasil setelah saya ngomong gitu, mereka pengen dengerin MP3 keroncong yang wiwied pernah burned utk saya. walaupun ternyata aku salah soal ini, minimal mereka sempet denger keroncongnya kan??!!! hahahahahah&#8230;.ini salah satu cara &#8220;maksa&#8221; mereka dengerin keroncong. karena usia 20an terlanjur punya :&#8221;mind set&#8221; bahwa keroncong itu membosankan , padahal belum pernah denger.</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">nah begitulah mas dan mba, jawaban atas pertanyaan kenapa saya suka sama musik keroncong. saya tunggu KopDar nya ya&#8230;. kapan dong mas adi???!!</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">Haris Shantanu</font></strong><font face="Times New Roman">Aktifis Sosial Kemasyarakatan</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">seneng aku&#8230;..</font><font face="Times New Roman">banyak orang bercerita mengenai ketertarikan kepada</font><font face="Times New Roman">musik keroncong.</font><font face="Times New Roman">memang segala sesuatu itu ada awalnya, sepeti juga</font><font face="Times New Roman">manusia, ada awalnya.</font><font face="Times New Roman">Sejak kecil, saya suka keroncong, meski pas jaman SD</font><font face="Times New Roman">dulu bersama kawan-kawan selau berteriak-teriak</font><font face="Times New Roman">menyanyikan lagu dangdut.</font><font face="Times New Roman">dalam urusan musik, saya sebatas menjadi penikmat</font><font face="Times New Roman">irama keroncong, bersama beberapa jenis irama musik</font><font face="Times New Roman">lain.</font><font face="Times New Roman">cuma, kalo membaca sejarah musik keroncong dalam era</font><font face="Times New Roman">perjuangan, kok musik ini mampu menjadi daya dorong</font><font face="Times New Roman">bagi perlawanan melawan penjajahan. Seperti juga lagu</font><font face="Times New Roman">Genjer-Genjer yang ngelangut, tetapi kok sampe</font><font face="Times New Roman">di-blacklist oleh pemerintah.</font><font face="Times New Roman">kesimpulan yang saya tangkap, bahwa musik perlawanan</font><font face="Times New Roman">tidak serta merta berirama MARS ato rock, tetapi</font><font face="Times New Roman">sungguh, musik yang hening dan melenakan itu justru</font><font face="Times New Roman">masuk ke dalam jiwa dan menumbuhkan sesuatu.</font><font face="Times New Roman">Tidak ada musik untuk meditasi yang berirama rock atow</font><font face="Times New Roman">pop, tetapi suara alam.</font><font face="Times New Roman">Pada titik ini, musik keroncong, dengan</font><font face="Times New Roman">kesederhanaannya memiliki potensi penyadaran yang</font><font face="Times New Roman">sangat tinggi, tergantung bagaimana kita melihatnya.</font><font face="Times New Roman">Mungkin, perlawanan paling radikal adalah DIAM ato</font><font face="Times New Roman">HENING.</font><font face="Times New Roman">Musik rock bisa jadi identik dengan perlawanan frontal</font><font face="Times New Roman">dan physically, namun kurang bisa merasuk ke dalam</font><font face="Times New Roman">jiwa paling dasar. Keroncong, bisa jadi identik dengan</font><font face="Times New Roman">pergulatan bathin yang menumbuhkan sikap dan</font><font face="Times New Roman">perlawanan yang hakiki.</font><font face="Times New Roman">Namun demikian, dalam masa seperti ini, nampaknya</font><font face="Times New Roman">keheningan tidak mendapat ruang yang memadai. Hidup</font><font face="Times New Roman">menjadi sangat mekanistik, kehilangan ruh dan nilai.</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">Anto,</font></strong></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Profesional Muda dan Musikus</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Salam kenal semua&#8230; Jarang posting tapi kali ini mau nimbrung.</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Keroncong menurut saya memang susah melepaskan dari bau &#8216;oldies&#8217;, walaupun</font><font face="Times New Roman">sebenernya kan bisa juga dibawa ke arah musik yang &#8216;mature&#8217; atau dewasa. Wooo&#8230;</font><font face="Times New Roman">Ini kata &#8216;dewasa&#8217; jangan dibawa kemana2 hehe&#8230;</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Seorang kenalan pernah beropini, katanya orang yg bisa menikamti musik keroncong</font><font face="Times New Roman">yang pelan, lembut, mendayu, meliuk-liuk, adalah orang2 yang secara emosional</font><font face="Times New Roman">(dan mungkin juga musikal) sudah matang. Tidak &#8216;grusa-grusu&#8217; menghadapi dunia.</font><font face="Times New Roman">Bahkan rekan tadi menambah opininya dengan penikmat musik keroncong umumnya</font><font face="Times New Roman">telah mencapai kedewasaan dan kemapan-an hidup.</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Waduh!</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Bener gak menurut rekan2?</font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Biar nyambung dg topik, saya mengenal dan suka keroncong karena mendengar musik</font><font face="Times New Roman">brazillian. Asek, saya bilang mirip keroncong, lalu beli cd keroncong, eee..</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kecebur deh.</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">Isaac Nugroho,</font></strong></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Karyawan Swasta</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Ikut nimbrung ah &#8230;.</font><font face="Times New Roman">Salam kenal dari saya buat mas-mas dan mbak-mbak pendengar eh peserta milis ini.</font><font face="Times New Roman">Sebagai cikal bakal mengapa senang keroncong sudah disinggung sedikit oleh Mbak Maya yaitu karena saat kecil mendengarkan keroncong terus berhubung ortu menjadi penguasa tape. </font><font face="Times New Roman">Eniwei, yang membuat saya benar-benar terpikan dengan keroncong adalah semua pemain musiknya sibuk sendiri tetapi hasilnya tidak berantakan, tapi justru saling mendukung dengan karakternya masing-masing; biola bersama penyanyi membawakan lagu, cak yang berbalaspantun dengan cuk, bas betot yang dengan kalem mengawal celo yang dipetik, ditambah lagi gitar yang main sendiri: semuanya dimainkan dengan insting tetapi tidak saling mengganggu. Musik barat sepertinya sih tidak mengenal konsep ini.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Saya pribadi sih maunya mempelajari keroncong lebih mendalam. Mudah-mudahan ada side-effect-nya yaitu membuat orang juga tertarik.</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">Andry,</font></strong></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengusaha Muda</font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Waduh, kalo buat saya sih kayanya kenapa Keroncong ? Kayanya bisa</font><font face="Times New Roman">dimainkan dengan enak dan memberi kekayaan warna untuk musik-musik</font><font face="Times New Roman">lain tanpa harus memaksakan, ya tidak terlepas bahwa ada pakem2 yang</font><font face="Times New Roman">harus di ikuti tapi yang penting enak dulu aja lah. Sesudah itu baru</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">dipelajari lebih mendalam.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=37&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/09/08/mengapa-anak-muda-suka-keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chordal Keroncong Asal</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/31/chordal-keroncong-asal/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/31/chordal-keroncong-asal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 04:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/08/31/chordal-keroncong-asal/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Wawang Wijaya

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=35&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Wawang Wijaya</p>
<p><a href="http://keroncong.files.wordpress.com/2007/08/chordalkrasal.jpg" title="Chordal Keroncong Asal"><img src="http://keroncong.files.wordpress.com/2007/08/chordalkrasal.jpg" alt="Chordal Keroncong Asal" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=35&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/31/chordal-keroncong-asal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keroncong.files.wordpress.com/2007/08/chordalkrasal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Chordal Keroncong Asal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajakan Sundari Sukotjo</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/ajakan-sundari-sukotjo/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/ajakan-sundari-sukotjo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/ajakan-sundari-sukotjo/</guid>
		<description><![CDATA[Mas Adi,
Maaf  sebelumnya tidak sempat masukin komentar berhubung kesibukan. Kebetulan sedang transit di Singapore iseng2 buka email.
Sepertinya memang sejarah musik keroncong di Indonesia masih rancu. Saya juga sudah meneliti, sulit mencari buku2 tentang keroncong.  Mungkin sebaiknya malah lebih bagus kita konsentrasi menggalakkan dan melestarikan musik keroncong, daripada berdebat soal asal usul musiknya. Jika berkenan, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=34&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mas Adi,</p>
<p>Maaf  sebelumnya tidak sempat masukin komentar berhubung kesibukan. Kebetulan sedang transit di <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;height:1em;">Singapore</span> iseng2 buka email.</p>
<p><span>Sepertinya memang sejarah musik keroncong di Indonesia masih rancu. Saya juga sudah meneliti, sulit mencari buku2 tentang keroncong.  Mungkin sebaiknya malah lebih bagus kita konsentrasi menggalakkan dan melestarikan musik keroncong, daripada berdebat soal asal usul musiknya. Jika berkenan, saya pernah wawancara dengan Peter Gonta di QTV tentang sejarah keroncong yang penggalannya dapat dilihat di <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/"><font color="#003399">www.youtube.com</font></a> (search: soekotjo).</span></p>
<p>Di Den Haag musik keroncong mendapat sambutan meriah, sampai saya terharu. Justru orang asing malah lebih bisa menghargai budaya bangsa <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;height:1em;">Indonesia</span>. OK&#8230;.merdeka musik keroncong  <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;height:1em;">Indonesia</span>&#8230;..!</p>
<p>Salam &#8211; Sundari</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=34&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/ajakan-sundari-sukotjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Keroncong menurut Om Wawang</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut tanya jawab penulis dengan Pakar Keroncong dari Malaysia, Om Wawang.
ADI BANGUN: Hakekat keroncong itu bagaimana sebenarnya
Om ?
Wawang Wijaya: Hakekatnya gampang2 angel&#8230;..biasanya
usaha orang itu yg angel digampangin&#8230;.tapi zaman
sekarang koq yg betulnya gampang malah di-angel2-no!
ADI BANGUN: Wah dalemmm nih filosofinya. Ini menurut
sy ya Om, keroncong itu identik dengan pengendalian
diri. Ini nampak dari ciri iramanya yg tenang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=32&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut tanya jawab penulis dengan Pakar Keroncong dari Malaysia, Om Wawang.</p>
<p>ADI BANGUN: Hakekat keroncong itu bagaimana sebenarnya<br />
Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Hakekatnya gampang2 angel&#8230;..biasanya<br />
usaha orang itu yg angel digampangin&#8230;.tapi zaman<br />
sekarang koq yg betulnya gampang malah di-angel2-no!</p>
<p>ADI BANGUN: Wah dalemmm nih filosofinya. Ini menurut<br />
sy ya Om, keroncong itu identik dengan pengendalian<br />
diri. Ini nampak dari ciri iramanya yg tenang dan<br />
lembut. Mungkin bermain keroncong hampir sama dengan<br />
belajar nari, untuk bisa mengendalikan nafsu dan<br />
memoles hati supaya lebih lembut. Masuk nggak Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Itu termasuk dalam kembangan2 nya!</p>
<p>Wawang Wijaya: Sekarang saya mau tanya&#8230;.didalam<br />
keroncong siapakah pemain/alat2 musik apa yg paling<br />
penting?</p>
<p>ADI BANGUN: hmmm semuanya penting Om &#8230; salah satu<br />
nggak ada sj terasa kurang nikmat</p>
<p>ADI BANGUN: permainan kerjasama ya ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Maksud saya Tonggaknya keroncong itu<br />
siapa?</p>
<p>ADI BANGUN: hmmm &#8230; flute / biola ? atau ukulele krn<br />
ciri khas nya dari sini ?</p>
<p>Wawang Wijaya: hehe..kalu diurut2 terus lama2 ya betul<br />
juga!</p>
<p>ADI BANGUN: hahaha</p>
<p>ADI BANGUN: jadi ukulele ?<br />
Wawang Wijaya: Jawabannya BASS BETOT!</p>
<p>ADI BANGUN: walah ?!? hahahaha</p>
<p>ADI BANGUN: lha kok bisa ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Kalok Nahkoda kapalnya terlalu<br />
mabuk&#8230;gimana jalannya kapal&#8230;.megol2&#8230;dan jalannya<br />
ngga lancar.</p>
<p>ADI BANGUN: Tapi memang sih kalau basnya ngacau<br />
semuanya jadi ngacau haha</p>
<p>Wawang Wijaya: cuk dan cak diumpamakan pendayung2 kiri<br />
dan kanan</p>
<p>Wawang Wijaya: nah Bass itu selalu jatuh pada<br />
ketuk1&#8230;.dan&#8230;.3&#8230;kadang2 1 bar cuma satu note saja<br />
yalan?</p>
<p>Wawang Wijaya: cello ngga pernah mulai kalu bassnya<br />
ngga jalan&#8230;..jadi kalu mabuk yg salah tu bassnya<br />
jadi tertuduh utama&#8230;.</p>
<p>ADI BANGUN: hmmmm iya</p>
<p>ADI BANGUN: hehehe, begitu ya &#8230; ini dibukunya Om ada<br />
?</p>
<p>Wawang Wijaya: lalu cuk it ngencrung pada ketuk 2 dan<br />
4&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: jadi dah komplit&#8230;tiap2 ketuk ada<br />
musiknya&#8230;&#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: yg cak menimpali cuk&#8230;&#8230;yg cello<br />
menimpal bassi&#8230;atau humornya&#8230;cello dan cuk itu<br />
jadi badut istana/joker&#8230;..</p>
<p>ADI BANGUN: Om yg sekarang lagi kita pelajari itu<br />
model musik keroncong seperti yg di youtubenya sri<br />
widadi itu. Itu betul sesuai pakem nggak ?</p>
<p>ADI BANGUN: Krn sebelum kita improve kan mesti ngerti<br />
dasar atau pakemnya dulu, ya nggak Om ?</p>
<p>Wawang Wijaya: nah perahu ngga lancar kalau ngga ada<br />
airnya yg kayak banyu mili!&#8230;itu gitarnya&#8230;dari<br />
start sampai abis lagu&#8230;terus main saja!</p>
<p>Wawang Wijaya: sampai mo-ek katanya!</p>
<p>ADI BANGUN: wah gitu tho ceritanya &#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: ITu Hakiki keroncong&#8230;..kalu jentik<br />
dan jempol bisa memegang kriteria ini&#8230;.walhasil<br />
selamatlah dunia kroncong!</p>
<p>ADI BANGUN: hehehe, begitu ya ? Kita sedang belajar Om<br />
&#8230; makanya senang sy bertemu pakarnya hehe</p>
<p>Wawang Wijaya: Tapi tuh disalah satu utube kamu&#8230;koq<br />
violinnya mainkan sketch2 dari gitar? hehehehe</p>
<p>ADI BANGUN: Nah itu, violinnya meski sudah sepuh juga<br />
lagi belajar hehe</p>
<p>ADI BANGUN: Harusnya violin dan flute itu saling ngisi<br />
ya ?</p>
<p>Wawang Wijaya: Tugas violin dan flute itu sebagai<br />
pemain intro (FORE PLAY) sebelum masuk lagu&#8230;seperti<br />
dalam keroncong Asli&#8230;</p>
<p>Wawang Wijaya: kemudian sebagai pengangkat<br />
lagu&#8230;.termasuk dalam SAMPIRAN&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: dan juga berganding bahu memberikan<br />
ORNAMENT dimasa bar2 yg kelihatan kosong.</p>
<p>Wawang Wijaya: dan terakhir sebagai PENUNTAS ?PENUTUP<br />
LAGU.</p>
<p>Wawang Wijaya: Main kroncong itu kayak sowan kerumah<br />
orang&#8230;&#8230;datang tampak muka&#8230;.balik tampak<br />
punggung&#8230;.</p>
<p>Wawang Wijaya: KECUALI KERONCONG MALINGGGG!</p>
<p>ADI BANGUN: hahahaha</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=32&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/08/21/hakekat-keroncong-menurut-om-wawang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sate ’Keroncong’ Jatinegara</title>
		<link>http://keroncong.wordpress.com/2007/07/14/sate-%e2%80%99keroncong%e2%80%99-jatinegara/</link>
		<comments>http://keroncong.wordpress.com/2007/07/14/sate-%e2%80%99keroncong%e2%80%99-jatinegara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2007 07:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adibangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keroncong.wordpress.com/2007/07/14/sate-%e2%80%99keroncong%e2%80%99-jatinegara/</guid>
		<description><![CDATA[

Diambil dari : http://liburan.info






Suara musik keroncong terdengar sayup-sayup di antara beragam sumber kebisingan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, suatu siang menjelang sore akhir pekan lalu. Bunyi klakson mobil serta teriakan tukang parkir terdengar dominan. Saya sedang mencari sebuah warung sate kambing khas Klaten, Jawa Tengah, di pinggir jalan itu. Seorang teman bilang, &#8220;Kau jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=31&subd=keroncong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="contentpaneopen">
<tr>
<td width="100%" class="contentheading">Diambil dari : <a href="http://liburan.info/">http://liburan.info</a></td>
<td width="100%" align="right" class="buttonheading"><a target="_blank" href="http://liburan.info/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=223&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=46" title="Cetak"><img border="0" align="middle" src="http://liburan.info/templates/ja_xenia_ii_shopping/images/printButton.png" alt="Cetak" /></a></td>
<td width="100%" align="right" class="buttonheading"><a target="_blank" href="http://liburan.info/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=223&amp;itemid=46" title="E-mail"><img border="0" align="middle" src="http://liburan.info/templates/ja_xenia_ii_shopping/images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a></td>
</tr>
</table>
<table class="contentpaneopen">
<tr>
<td colSpan="2" vAlign="top"><img align="left" width="155" src="http://liburan.info/images/stories/jatinegara.jpg" hspace="5" height="98" />Suara musik keroncong terdengar sayup-sayup di antara beragam sumber kebisingan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, suatu siang menjelang sore akhir pekan lalu. Bunyi klakson mobil serta teriakan tukang parkir terdengar dominan. Saya sedang mencari sebuah warung sate kambing khas Klaten, Jawa Tengah, di pinggir jalan itu. Seorang teman bilang, &#8220;Kau jalan saja di sepanjang trotoar di sisi Polsek Jatinegara, dari arah Polsek ke pintu utama Pasar Mester. Nanti kau akan dengar suara musik keroncong. Ikuti sumber suara musik itu, nah di situ warung satenya. Tapi sebaiknya jangan datang pas makan siang karena saat itu ramai banget.&#8221;<br />
Suara musik keroncong yang tadi sayup-sayup ternyata berasal dari mulut Gang Lele. Persis di depan para pemusik dan penyanyi itu terdapat warung sate yang saya cari. Mereka rupanya pengamen tetap di warung tersebut. Unik juga, suara musik keroncong menjadi penanda keberadaan sebuah warung sate.</p>
<p>Kehadiran pengamen bermusik keroncong itu memang disengaja sejak empat tahun lalu. Sang pemilik warung, Sri Mulyono, ingin memuaskan pengunjung. Di sini mereka bisa bergoyang lidah dan memanjakan telinga dengan lagu-lagu keroncong. Tetapi mengapa keroncong? &#8220;Ah kebetulan aja,&#8221; kata Mulyono.</p>
<p>Di situ, pengamen tidak menyodor-nyodorkan kantong ’derma’ sebagaimana aksi para pengamen umumnya. Mereka hanya meletakkan sebuah stoples plastik di atas sebuah bangku kecil. Yang mau memberi sumbangan, tinggal memasukan uang ke dalam stoples.</p>
<p>Pertunjukan musik hidup terbilang tidak lazim untuk tempat makan kategori warung pinggir jalan. Kehadiran pengamen di tempat-tempat makan di pinggir jalan (kaki lima) seringkali justeru jadi pengganggu. Para pengamen biasanya keluar masuk bergantian dan ’menuntut’ segera dilayani. Mereka tidak peduli orang sedang makan, tangannya belepotan minyak dan susah untuk meraih uang receh dalam kantong celana atau dompet.</p>
<p>Di warung sate itu kehadiran pengamen justru menjadi ’brand’. Orang mengenal tempat itu sebagai Warung Sate Keroncong, bukan nama aslinya yaitu Warung Sate Sederhana. &#8220;Dulu kita dikenal dengan nama warung sate seksi tujuh karena Polsek Jatinegara dulu namanya sektor tujuh. Sekarang orang sebut sate keroncong, ya tidak apa-apa,&#8221; kata Mulyono.</p>
<p><img align="right" width="205" src="http://liburan.info/images/stories/jatinegara1.jpg" hspace="5" height="181" /> Ada tujuh orang pemusik sekaligus penyanyi keroncong di warung itu. Mereka selalu tampil bareng namun saat saya datang hanya ada lima orang yaitu Edi Suwono pemain biola, Jamari pemain juk, Miyem (satu-satu perempuan) pemain ukulele, Wahyu pemain gitar, dan Sarwono pemain celo. Selain membawakan lagu-lagu keroncong, mereka juga biasa mengimprivasasi lagu-lagu pop jadi lagu keroncong. &#8220;Improvisasi kita lakukan secara spontan aja,&#8221; kata Edi.</p>
<p>Mereka mengamen dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00 atau 16.00. Warung itu sendiri beroperasi dari pukul 09.00 sampai 21.00. Kata Edi, kalau ramai mereka masing-masing bisa dapat uang Rp 40.000 sehari. &#8220;Kalau lagi sepi bisa hanya dapat Rp 20.000,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain mengamen di depan warung itu, mereka juga kadang-kadang menerima permintaan untuk tampil di acara pernikahan, ulang tahun atau sunatan. &#8220;Undangan seperti itu sebulan biasanya hanya dua kali,&#8221; kata Edi. Sekali tampil di acara pernikahan, atau ulang tahun mereka minta bayaran Rp3.5 juta. Pemain sinetron Adjie Massaid termasuk yang pernah memakai jasa mereka. Semula mereka pengamen keliling. Namun sejak diminta Mulyono, mereka tidak pernah naik turun bus kota lagi.</p>
<p>Warung itu hanya memiliki tiga menu yaitu sate, tongseng dan gulai kambing. Menurut Mulyono, dulu menu unggulannya gulai kambing tetapi sekarang justru tongseng. Pada jam makan siang, tongsenglah yang paling laris. Kuah tongsengnya kental dengan rasa rempah yang kuat. Tetapi saya lebih suka gulai kambingnya karena dagingnya empuk.</p>
<p>Warung itu mulai beroperasi tahun 1959 di kaki lima Jalan Matraman Raya. Mulyono merupakan generasi kedua. Perintisnya adalah Kirmadi, ayah Mulyono. Dari sembilan orang anak Kirmadi hanya Mulyono yang melanjutkan usaha tersebut.</p>
<p>Warung berusia 48 tahun itu, kini memiliki 20 orang karyawan. Omsetnya beberapa tahun terakhir menurun.  Sekarang misalnya, warung itu hanya mengabiskan 50 kilogram daging kambing setiap hari. &#8220;Tahun 1990-an sehari kita bisa menghabiskan sampai 100 kg per hari,&#8221; kata Mulyono.</p>
<p><img align="left" width="312" src="http://liburan.info/images/stories/jatinegara2.jpg" hspace="5" height="200" /> Mengapa menurun? Mulyono tidak tahu persis sebabnya. Ia hanya menduga, hal itu mungkin karena banyak pelanggannya pindah ke pinggir Jakarta. Ia kini memasang target, pemasukan per hari tempat itu tidak boleh kurang dari Rp 3 juta.</p>
<p>Ia menegaskan, racikan bumbu, pengolahan maupun cara memasak tidak ada yang berubah. Warung ini tetap menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Setiap hari Mulyono menghabiskan setengah sampai satu kubik kayu bakar. &#8220;Kami sengaja menggunakan kayu bakar untuk mempertahankan aroma,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagi penggembar daging kambing dan penikmat musik keroncong, warung ini bisa masuk dalam daftar tempat makan yang perlu dipertimbangkan untuk dikunjungi. Di sini, satu porsi sate kambing harganya Rp 24.000, gulai Rp 17.000 dan tongseng Rp 18.000.</p>
<p>Penulis: Egidius Patnistik</p>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keroncong.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keroncong.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keroncong.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keroncong.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keroncong.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keroncong.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keroncong.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keroncong.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keroncong.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keroncong.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keroncong.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keroncong.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keroncong.wordpress.com&blog=1244995&post=31&subd=keroncong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keroncong.wordpress.com/2007/07/14/sate-%e2%80%99keroncong%e2%80%99-jatinegara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c99f5c2e7eaea7ba44873a691771e775?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adibangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liburan.info/templates/ja_xenia_ii_shopping/images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cetak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liburan.info/templates/ja_xenia_ii_shopping/images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liburan.info/images/stories/jatinegara.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liburan.info/images/stories/jatinegara1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liburan.info/images/stories/jatinegara2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>